Like Us on Facebook

Follow Us on Twitter

Kontak Kami Dengan Email

 

VISITASI RE-AKREDITASI STFB

VISITASI RE-AKREDITASI STFB : WUJUD STFB BERKOMITMEN MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN TINGGI YANG BERMUTU.

RE-AKREDITASI-1Pada tanggal 2-3 Mei 2014, STFB tengah dire-akreditasi oleh 2 Asesor BAN-PT.  Akreditasi dalam sistem pendidikan tinggi disebut dengan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Disebut eksternal karena standar yang digunakan untuk menentukan ketercapaian program ditetapkan oleh pihak luar; yaitu, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pembangunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebenarnya jauh lebih penting dibandingkan dengan SPME. SPMI berfungsi sebagai kontrol pengembangan mutu yang dibangun oleh perguruan tinggi setiap tahun; sedangkan, SPME berfungsi sebagai instrumen untuk memperoleh penghargaan. Agar keduanya dapat dicapai sekaligus, pembangunan SPMI di perguruan tinggi hendaknya menggunakan standar yang digunakan oleh BAN-PT. Dengan kata lain, standar mutu yang digunakan dalam penyelenggaraan Perguruan Tinggi, hendaknya menjadi tolok ukur yang sama baik dengan SPME maupun dengan SPMI.

 

RE-AKREDITASI-2Sekolah Tinggi Farmasi Bandung, telah berkomitmen menyelenggarakan pendidikan tinggi farmasi yang bermutu. Salah satu bentuk manivestasinya adalah selalu melakukan perbaikan terus menerus (continuous improvement) berdasarkan Standar Mutu yang diterapkan secara bertahap di berbagai kegiatan. Akreditasi adalah upaya penentuan kadar pengelolaan kualitas yang berada di setiap program studi. Pemikiran idealnya adalah bahwa hasil SPMI yang sudah dibangun bertahun-tahun memerlukan kalibrasi melalui SPME agar kualitas yang mereka nilai setiap tahun mempunyai nilai universal.

 

RE-AKREDITASI-3Nilai-nilai akreditasi, sebagai media perbaikan terus-terus, perlu terus ditingkatkan, agar standar kualitas terus meningkat. Perbaikan ini, bukan hanya dilakukan pada saat akan menghadapi akreditasi semata. Namun, secara fundamental adalah perbaikan yang berkesinambungan terus-menerus di setiap level. Level yayasan, level pengelola, level staf, hingga dosen, mahasiswa, alumni termasuk sarana-prasarana, hingga teknologi informasi.

 

RE-AKREDITASI-4Sehubungan dengan itu, pengajuan akreditasi kepada BAN-PT memerlukan perencanaan program studi jangka panjang. Pengajuan akreditasi mestinya tidak hanya sekedar mengisi borang-borang tetapi menyiapkan dan mengimplementasikan program sistem kualitas di program studi. Oleh banyak perguruan tinggi, seringkali akreditasi dianggap sebagai suatu peristiwa (event) dan bukan dianggap sebagai suatu proses yang berkelanjutan. Sebagai suatu peristiwa, akreditasi dilihat sebagai produk akhir (end product) dan bukan sebagai suatu sistem kualitas yang menghidupi gerakan organisasi perguruan tinggi sehari-hari. Akibatnya, program studi hanya sibuk menyiapkan segala sesuatunya menjelang kegiatan akreditasi saja, dan setelah visitasi asesor berakhir tidak ada lagi kegiatan penjaminan mutu.

 

RE-AKREDITASI-5Melalui komitmen STFB yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk dokumen mutu, pelaksanaan akreditasi bagi STFB adalah upaya berkelanjutan sebagai proses perwujudan penyelenggaraan mutu pendidikan tinggi yang terus ditingkatkan standarnya.

 

RE-AKREDITASI-6

Pada tanggal 2-3 Mei 2014, bertepatan dengan Hari Pendidikan NAsional, program studi D3 Farmasi dan S1 Farmasi STFB di-reakreditasi oleh dua Asesor BAN-PT yaitu Prof. Elly Wahyudin, DEA, Apt. (UNHAS) dan Prof. Purwanto, MS., Apt. (UNAIR).

RE-AKREDITASI-7

Semoga visitasi re-akreditasi pada program studi D3 Farmasi dan S1 Farmasi STFB ini memberikan hasil yang baik bagi penyelenggarakan pendidikan tinggi farmasi yang unggul, mandiri dan berbudaya serta membekali kiprah STFB agar lebih berdaya saing tinggi baik di tingkat nasional maupun di tingkat regional (Asia Tenggara).

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Last Updated on Wednesday, 07 May 2014 15:15

Go to top www.malasngoding.com