Like Us on Facebook

Follow Us on Twitter

Kontak Kami Dengan Email

 

STFB RAIH NILAI TERBESAR DI AJANG OLMPIADE FARMASI INDONESIA X 2018

Olimpiade Farmasi Indonesia atau yang biasa disebut OFI, merupakan ajang perlombaan bergengsi skala nasional yang diadakan setiap tahun. Tahun 2018 ini, merupakan OFI ke X, yang diselenggarakan di Universitas Andalas Padang. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 2-4 November 2018.


Peserta Olimpiade ini terdiri dari beberapa perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Olimpiade ini dibagi menjadi dua bidang, yaitu bidang Farmakologi dan Klinis serta bidang Farmasetika dan Sains. Total peserta bidang Farmakologi adalah 53 orang dan dari bidang Farmasetika 55 orang.


Olimpiade ini terdiri dari 3 babak, yaitu babak penyisihan, semi final, dan final. Babak penyisihan merupakan babak dimana peserta mengejakan soal pilihan ganda sebanyak 6 kelompok materi uji, dimana 1 kelompok uji terdiri dari 20 soal sehingga total soal pada babak penyisihan adalah 120 soal dengan waktu pengerjaan 120 menit. Penilaian pada babak penyisihan ini adalah sistem minus. Dimana bila jawaban benar maka mendapat tambahan 2 poin, dan jika salah mendapat pengurangan poin sebanyak 1 poin.


Materi kelompok uji pertama hingga ke tiga dikerjakan oleh semua peserta olimpiade bidang farmakologi maupun farmasetika dengan soal yang sama. Sedangkan pada materi kelompok uji ke empat hingga ke enam, soal peserta bidang farmakologi dan farmasetik berbeda berdasarkan bidang yang dipilih.


Kelompok materi uji pertama yaitu farmasi praktis seperti pengelolaan sediaan farmasi, ilmu resep, dan perhitungan farmasetika. Kelompok materi uji kedua yaitu farmakokinetik (termasuk uji bioekivalen), dan kelompok materi uji ketiga yaitu pengetahuan umum (obat tradisional, peraturan perUUan. Pada babak ini, STFB mendapatkan nilai terbesar pada kelompok materi uji pertama yaitu farmasi praktis (pengelolaan sediaan farmasi, ilmu resep, dan perhitungan farmasetika). Pada babak ini, secara keseluruhan STFB mendapat peringkat ke 11, 17, dan 22 pada bidang farmakologi dan urutan ke 23, 27, dan 29 pada bidang farmasetika.


Kedepannya, tentu hasil kecil ini akan dikembangkan menjadi hasil yang besar dengan usaha dan komitmen bersama. Sebuah titik yang ditoreh terus menerus akan menjadi sebuah garis. Sebuah garis yang digeratkan dengan ilmu dan tangan yang terlatih akan menjadi gambar yang indah. Tidak ada yang tidak mungkin sebuah titik menjadi gambar yang berharga kecuali dengan usaha dan kerjakeras bersama. STFB Jaya!

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Last Updated on Monday, 24 December 2018 01:35

Go to top www.malasngoding.com