Like Us on Facebook

Follow Us on Twitter

Kontak Kami Dengan Email

 

Pencairan Dana Pengembangan UKM/Komunitas di STFB

Sekolah Tinggi Farmasi Bandung (STFB)—Usai Forum Diskusi (Fordis) antara Ormawa dan Kemahasiswaan STFB pada hari Senin 06 November 2018 yang lalu, ditetapkan bahwa pencairan dana Kemahasiswaan untuk UKM dan Komunitas STFB segera dilaksanakan. Cita-cita UKM/Komunitas tersebut terwujud pada hari Jumat (16/11), Kemahasiswaan STFB mencairkan dana pengembangan bagi Ormawa.


Dana Kemahasiswaan yang dicairkan sebesar Rp.21.500.000,- untuk 5 UKM dan 9 Komunitas. Adapun dana pengembangan yang cair bagi UKM seperti PFC, BKC, Glee, Mafarpa dan Koffi adalah sebesar Rp2.500.000,-, sedangkan untuk Komunitas seperti LSS, Sindo, SM Project, ECC, Pharma Club, PBC, SPDP, Pharms dan LDK As-syfa mendapat jatah sebesar Rp.1.000.000,-.

Dalam sambutannya, Kemahasiswaan STFB, Garnadi Jafar, M.Si., Apt., berpesan bahwa dana kemahasiswaan ini harus digunakan dengan sebaik mungkin sebab akan dimintai laporan pertanggung jawaban.

“Pesan saya, karena ini adalah dana kemahasiswaan; dari mahasiswa untuk mahasiswa, oleh mahasiswa dan dirasakan oleh mahasiswa. Maka akan disayangkan kalau mahasiswa STFB tidak aktif dalam UKM/Komunitas atau tidak merasakan dana yang mereka berikan,” ujarnya.

Sebagai tambahan, Jafar juga berpesan bahwa setiap UKM/Komunitas harus sudah memiliki Pembina, dan Kemahasiswaan akan memberikan SK bagi Pembina yang telah dipilih. Menjadi pembina merupakan  credit point bagi dosen yang bersangkutan. Kemudian, setiap kegiatan yang dilakukan oleh UKM/Komunitas baik yang rutin, lomba atau kegiatan eksternal lainnya harus diketahui oleh Pembina. Ia juga menekankan bahwa setiap kegiatan di luar kampus harus melakukan pemberitahuan kepada bagian Kemahasiswaan. Hal ini dikarena Kemahasiswaan bertanggung jawab penuh terhadap mahasiswa yang mengikuti UKM/Komunitas terutama ketika mengadakan acara di luar. Selain itu, sebelum keberangkatan kegiatan eksternal seperti lomba, pihak Kemahasiswaan akan memberikan pembekalan yang akan menjadi ritual pelepasan.

Jafar juga meminta kepada setiap UKM/Komunitas untuk membuat company profile, dari mulai berdiri hingga sekarang. Mencakup  tructural, organigram, tata kelola, periode kepemimpinan dari masa ke masa (termasuk ketua umum di periode tersebut), dan jumlah anggota yang aktif berikut kegiatan rutin. Pembuatan company profile ini juga merupakan bagian dari tujuan pendanaan oleh Kemahasiswaan dengan batas waktu sampai akhir tahun 2018.

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Last Updated on Monday, 24 December 2018 21:59

Go to top www.malasngoding.com