Temukan 7 Manfaat Daun Pepaya Jepang yang Wajib Kamu Ketahui!
Senin, 21 Juli 2025 oleh journal
Tanaman bernama latin Cnidoscolus aconitifolius ini, khususnya bagian frondanya, memiliki sejumlah kegunaan bagi kesehatan. Kandungan nutrisi di dalamnya dipercaya dapat memberikan efek positif terhadap tubuh. Beberapa orang memanfaatkannya sebagai alternatif pengobatan tradisional maupun sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari untuk menjaga kebugaran.
Konsumsi tanaman Cnidoscolus aconitifolius sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan secara umum. Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukanlah pengganti pengobatan medis yang sudah terbukti efektif. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi manfaat spesifik dan dosis yang optimal.
Dr. Amanda Putri, Spesialis Gizi Klinik.
Pemanfaatan daun dari tanaman yang dikenal sebagai "pepaya jepang" ini semakin populer karena kandungan nutrisinya. Beberapa penelitian awal menunjukkan adanya senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Senyawa-senyawa ini berpotensi membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan meredakan peradangan. Secara tradisional, daun ini direbus dan airnya diminum, atau dikonsumsi sebagai lalapan setelah diolah dengan benar. Meskipun demikian, konsumsi berlebihan tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan efek samping. Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menjadikannya bagian rutin dari diet Anda, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan.
Manfaat Daun Pepaya Jepang
Daun pepaya jepang ( Cnidoscolus aconitifolius) menyimpan potensi khasiat yang signifikan bagi kesehatan. Kandungan nutrisi dan senyawa aktif di dalamnya menjadikan tanaman ini bernilai dalam pengobatan tradisional dan sebagai pelengkap pola makan sehat. Berikut adalah tujuh manfaat utama yang perlu diperhatikan:
- Antioksidan
- Anti-inflamasi
- Menjaga kesehatan pencernaan
- Meningkatkan imunitas
- Potensi hipoglikemik (menurunkan gula darah)
- Sumber vitamin dan mineral
- Menyokong kesehatan jantung
Keberadaan senyawa antioksidan, seperti flavonoid, membantu menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Sifat anti-inflamasi berpotensi meredakan peradangan kronis. Serat yang terkandung mendukung fungsi pencernaan yang sehat, sementara vitamin dan mineral penting berkontribusi pada sistem imun yang kuat. Beberapa penelitian awal menunjukkan potensi daun ini dalam membantu mengontrol kadar gula darah, menjadikannya relevan bagi penderita diabetes. Namun, penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk validasi ilmiah yang komprehensif.
Antioksidan
Keberadaan antioksidan dalam Cnidoscolus aconitifolius memegang peranan penting dalam kaitannya dengan potensi manfaat kesehatannya. Antioksidan merupakan molekul yang mampu menetralkan radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh melalui proses yang disebut stres oksidatif. Stres oksidatif dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Daun tanaman ini mengandung berbagai senyawa antioksidan, seperti flavonoid, tanin, dan vitamin C. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan cara mendonasikan elektron kepada radikal bebas, sehingga menstabilkannya dan mencegahnya merusak sel. Dengan demikian, konsumsi tanaman ini dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis. Tingkat efektivitas perlindungan ini bergantung pada berbagai faktor, termasuk konsentrasi antioksidan dalam daun, metode pengolahan, dan kondisi kesehatan individu yang mengonsumsinya.
Anti-inflamasi
Sifat anti-inflamasi yang dikandung Cnidoscolus aconitifolius berkaitan erat dengan potensi efek terapeutiknya. Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi. Namun, peradangan kronis dapat berkontribusi pada perkembangan berbagai penyakit, termasuk arthritis, penyakit jantung, dan gangguan autoimun. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak dari daun tanaman ini memiliki kemampuan untuk menghambat produksi mediator inflamasi, yaitu zat-zat yang memicu dan memperparah peradangan. Senyawa-senyawa seperti flavonoid dan saponin yang terdapat di dalamnya diduga berperan dalam efek anti-inflamasi ini. Mekanisme kerjanya melibatkan penghambatan jalur pensinyalan inflamasi dan pengurangan produksi sitokin pro-inflamasi. Dengan meredakan peradangan, konsumsi Cnidoscolus aconitifolius berpotensi meringankan gejala penyakit inflamasi dan melindungi tubuh dari kerusakan jangka panjang akibat peradangan kronis. Penting untuk dicatat bahwa penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan tanaman ini sebagai agen anti-inflamasi.
Menjaga Kesehatan Pencernaan
Kontribusi tanaman Cnidoscolus aconitifolius terhadap kesehatan pencernaan berakar pada kandungan serat di dalamnya. Serat, sebagai komponen makanan nabati yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, memegang peranan krusial dalam memelihara fungsi usus yang optimal. Keberadaan serat dalam jumlah yang cukup membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah konstipasi, dan memfasilitasi eliminasi limbah metabolisme. Selain itu, serat berperan sebagai prebiotik, yaitu sumber makanan bagi bakteri baik yang hidup di dalam usus. Bakteri baik ini, yang dikenal sebagai mikrobiota usus, memiliki peran penting dalam mencerna makanan, menghasilkan vitamin, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan mendukung pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik, konsumsi tanaman ini dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang pada gilirannya berkontribusi pada kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa senyawa tertentu dalam tanaman ini dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pencernaan dan melindungi lapisan usus dari kerusakan. Meskipun demikian, penting untuk mengonsumsi tanaman ini dalam jumlah sedang dan sebagai bagian dari pola makan seimbang untuk mendapatkan manfaat optimal bagi kesehatan pencernaan.
Meningkatkan Imunitas
Kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melindungi diri dari infeksi dan penyakit merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Konsumsi nutrisi yang tepat, termasuk senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman Cnidoscolus aconitifolius, dapat berperan dalam mengoptimalkan fungsi sistem imun.
- Stimulasi Produksi Sel Imun
Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa tertentu yang terkandung dalam tanaman ini dapat merangsang produksi sel-sel imun, seperti limfosit dan makrofag. Sel-sel ini merupakan komponen penting dalam melawan patogen dan menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh. Peningkatan jumlah dan aktivitas sel imun dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk merespons infeksi secara efektif.
- Aktivitas Antioksidan dan Perlindungan Sel Imun
Radikal bebas dapat merusak sel-sel imun dan mengganggu fungsinya. Aktivitas antioksidan yang dimiliki tanaman ini dapat melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga memastikan sel-sel tersebut dapat berfungsi secara optimal dalam melawan infeksi.
- Efek Anti-inflamasi dan Regulasi Sistem Imun
Peradangan kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sifat anti-inflamasi yang terdapat dalam tanaman ini dapat membantu meredakan peradangan kronis, sehingga memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk berfungsi lebih efektif. Regulasi sistem imun yang tepat sangat penting untuk mencegah respons imun yang berlebihan atau tidak terkontrol.
- Sumber Vitamin dan Mineral Esensial
Tanaman ini mengandung berbagai vitamin dan mineral esensial, seperti vitamin C, vitamin A, dan zat besi, yang berperan penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh. Vitamin C, misalnya, dikenal sebagai stimulator sistem imun yang kuat. Kekurangan vitamin dan mineral ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi.
Dengan kandungan nutrisi dan senyawa aktifnya, Cnidoscolus aconitifolius berpotensi memberikan dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa peningkatan imunitas merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan secara keseluruhan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan individu. Konsultasi dengan profesional kesehatan sangat disarankan sebelum menjadikan tanaman ini sebagai bagian rutin dari upaya meningkatkan imunitas.
Potensi Hipoglikemik (Menurunkan Gula Darah)
Beberapa penelitian awal menyoroti potensi tanaman Cnidoscolus aconitifolius dalam membantu mengelola kadar gula darah, menjadikannya topik yang relevan dalam konteks upaya preventif dan suportif bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko mengembangkan kondisi tersebut. Potensi ini didasarkan pada kandungan senyawa aktif tertentu yang diyakini memengaruhi metabolisme glukosa.
- Peningkatan Sensitivitas Insulin
Insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas, berperan penting dalam mengatur kadar gula darah dengan memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Beberapa penelitian in vitro dan pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini dapat meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, sehingga sel lebih responsif terhadap sinyal insulin dan lebih efektif dalam menyerap glukosa dari aliran darah. Peningkatan sensitivitas insulin dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan mengurangi resistensi insulin, yang merupakan ciri khas diabetes tipe 2.
- Penghambatan Enzim Alfa-Glukosidase
Enzim alfa-glukosidase berperan dalam memecah karbohidrat kompleks menjadi glukosa di dalam usus. Penghambatan aktivitas enzim ini dapat memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah setelah makan, sehingga mencegah lonjakan kadar gula darah yang tajam. Beberapa studi menunjukkan bahwa senyawa tertentu dalam tanaman ini memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase, yang berpotensi memberikan efek hipoglikemik.
- Peningkatan Sekresi Insulin
Meskipun mekanisme pastinya masih diteliti, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini dapat merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi dan melepaskan lebih banyak insulin. Peningkatan sekresi insulin dapat membantu menurunkan kadar gula darah, terutama setelah makan. Namun, efek ini perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
- Efek Antioksidan dan Perlindungan Sel Beta Pankreas
Stres oksidatif dapat merusak sel beta pankreas, yang bertanggung jawab untuk memproduksi insulin. Aktivitas antioksidan yang dimiliki tanaman ini dapat melindungi sel beta pankreas dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga membantu menjaga fungsi dan kelangsungan hidup sel-sel tersebut. Perlindungan sel beta pankreas sangat penting untuk mencegah defisiensi insulin dan perkembangan diabetes.
Meskipun hasil penelitian awal menjanjikan, penting untuk diingat bahwa potensi hipoglikemik tanaman Cnidoscolus aconitifolius masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia, untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya. Konsultasi dengan profesional kesehatan sangat dianjurkan sebelum menggunakan tanaman ini sebagai bagian dari strategi pengelolaan diabetes atau untuk menurunkan kadar gula darah.
Sumber Vitamin dan Mineral
Kandungan vitamin dan mineral esensial dalam Cnidoscolus aconitifolius berkontribusi signifikan terhadap potensi manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsinya. Unsur-unsur mikronutrien ini memainkan peran krusial dalam berbagai proses biologis yang menunjang fungsi tubuh secara optimal.
- Vitamin A: Menunjang Kesehatan Mata dan Sistem Imun
Vitamin A, sebagai antioksidan kuat, esensial bagi penglihatan yang baik, terutama dalam kondisi cahaya redup. Vitamin ini juga berperan dalam menjaga integritas sel epitel yang melapisi berbagai organ, termasuk saluran pernapasan dan pencernaan, sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan, peningkatan kerentanan terhadap infeksi, dan masalah kulit.
- Vitamin C: Penguat Sistem Kekebalan Tubuh dan Antioksidan
Vitamin C dikenal luas sebagai stimulator sistem kekebalan tubuh yang kuat. Vitamin ini membantu meningkatkan produksi sel-sel imun dan melindungi sel-sel tersebut dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, vitamin C berperan dalam sintesis kolagen, protein yang penting untuk kesehatan kulit, tulang, dan jaringan ikat. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan kelelahan, gusi berdarah, dan penyembuhan luka yang lambat.
- Zat Besi: Pembentukan Sel Darah Merah dan Transportasi Oksigen
Zat besi merupakan komponen utama hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat, sehingga mengakibatkan kelelahan, sesak napas, dan penurunan daya tahan tubuh.
- Kalsium: Kesehatan Tulang dan Fungsi Otot
Kalsium esensial bagi pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi yang kuat. Selain itu, kalsium berperan dalam fungsi otot, transmisi saraf, dan pembekuan darah. Kekurangan kalsium dapat meningkatkan risiko osteoporosis, kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
- Kalium: Keseimbangan Cairan dan Fungsi Jantung
Kalium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Kalium juga membantu mengatur tekanan darah dan mendukung fungsi jantung yang sehat. Kekurangan kalium dapat menyebabkan kelelahan, kram otot, dan gangguan irama jantung.
- Folat (Vitamin B9): Pertumbuhan Sel dan Perkembangan Janin
Folat esensial bagi pertumbuhan sel dan pembentukan DNA. Vitamin ini sangat penting bagi wanita hamil karena berperan dalam mencegah cacat lahir pada otak dan sumsum tulang belakang janin. Kekurangan folat dapat menyebabkan anemia, gangguan pencernaan, dan peningkatan risiko cacat lahir.
Kehadiran beragam vitamin dan mineral dalam Cnidoscolus aconitifolius menempatkannya sebagai sumber nutrisi yang potensial, berkontribusi pada berbagai aspek kesehatan. Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi tanaman ini sebaiknya diimbangi dengan pola makan yang beragam dan seimbang untuk memastikan asupan nutrisi yang optimal. Konsultasi dengan ahli gizi atau profesional kesehatan disarankan untuk mendapatkan panduan yang tepat mengenai konsumsi dan dosis yang sesuai dengan kebutuhan individu.
Menyokong Kesehatan Jantung
Pemeliharaan kesehatan jantung merupakan aspek vital dalam menjaga kualitas hidup. Potensi tanaman Cnidoscolus aconitifolius dalam mendukung fungsi kardiovaskular menjadi fokus perhatian, mengingat prevalensi penyakit jantung yang terus meningkat. Berbagai mekanisme yang mendasari kontribusi tanaman ini terhadap kesehatan jantung perlu dieksplorasi secara mendalam.
- Pengurangan Kadar Kolesterol
Beberapa penelitian awal mengindikasikan bahwa senyawa tertentu dalam tanaman ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. LDL yang tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Penurunan kadar LDL dapat mengurangi penumpukan plak di arteri dan mencegah aterosklerosis, kondisi yang menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
- Penurunan Tekanan Darah
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko signifikan lainnya untuk penyakit jantung. Beberapa studi menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki efek antihipertensi, membantu melebarkan pembuluh darah dan mengurangi tekanan pada dinding arteri. Penurunan tekanan darah dapat mengurangi beban kerja jantung dan melindungi organ vital dari kerusakan.
- Efek Antioksidan dan Perlindungan Pembuluh Darah
Radikal bebas dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah, memicu peradangan dan pembentukan plak. Aktivitas antioksidan yang dimiliki tanaman ini dapat melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas, menjaga kelenturan pembuluh darah, dan mencegah pembentukan plak. Pembuluh darah yang sehat sangat penting untuk menjaga aliran darah yang lancar dan mencegah penyakit jantung.
- Efek Anti-inflamasi dan Pengurangan Risiko Aterosklerosis
Peradangan kronis berperan dalam perkembangan aterosklerosis. Sifat anti-inflamasi yang terdapat dalam tanaman ini dapat membantu meredakan peradangan pada pembuluh darah, mengurangi penumpukan plak, dan mencegah perkembangan aterosklerosis. Pengurangan risiko aterosklerosis dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
Secara keseluruhan, berbagai mekanisme yang telah disebutkan di atas menunjukkan potensi tanaman Cnidoscolus aconitifolius dalam mendukung kesehatan jantung. Walaupun begitu, riset yang lebih komprehensif, terutama uji klinis pada manusia, sangat dibutuhkan guna mengukuhkan efektivitas serta keamanannya. Integrasi pola makan seimbang, gaya hidup aktif, dan konsultasi dengan profesional medis senantiasa menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.
Tips Memanfaatkan Cnidoscolus aconitifolius Secara Optimal
Pemanfaatan tanaman ini sebagai bagian dari pola makan atau pengobatan tradisional memerlukan pemahaman yang tepat agar manfaat yang diperoleh maksimal dan risiko efek samping minimal. Berikut beberapa panduan penting yang perlu diperhatikan:
Tip 1: Pemilihan dan Persiapan yang Tepat
Pilih daun yang segar, berwarna hijau cerah, dan bebas dari tanda-tanda kerusakan atau kontaminasi. Cuci bersih daun di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan residu. Proses perebusan atau pengukusan dianjurkan untuk mengurangi kadar senyawa pahit dan meningkatkan keamanan konsumsi.
Tip 2: Konsumsi dalam Jumlah Moderat
Meskipun memiliki potensi manfaat, konsumsi berlebihan tidak dianjurkan. Batasi asupan harian dalam jumlah yang wajar, misalnya satu hingga dua cangkir rebusan daun atau satu porsi lalapan kecil. Perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi dan hentikan penggunaan jika timbul efek samping yang tidak diinginkan.
Tip 3: Kombinasikan dengan Pola Makan Seimbang
Tanaman ini sebaiknya tidak dijadikan pengganti makanan utama, melainkan sebagai pelengkap pola makan yang beragam dan seimbang. Pastikan asupan nutrisi terpenuhi dari berbagai sumber makanan, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.
Tip 4: Perhatikan Interaksi dengan Obat-obatan
Jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, terutama obat pengencer darah atau obat diabetes, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi tanaman ini. Senyawa aktif dalam tanaman ini berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tersebut dan memengaruhi efektivitas atau meningkatkan risiko efek samping.
Tip 5: Konsultasi dengan Profesional Kesehatan
Sebelum menjadikan tanaman ini sebagai bagian rutin dari diet atau pengobatan, konsultasikan dengan dokter, ahli gizi, atau herbalis yang berpengalaman. Profesional kesehatan dapat memberikan panduan yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan individu, riwayat penyakit, dan kebutuhan nutrisi.
Penerapan tips ini diharapkan dapat membantu memaksimalkan potensi positif tanaman ini sekaligus meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Pemahaman yang baik dan penggunaan yang bijak merupakan kunci utama dalam memperoleh manfaat optimal bagi kesehatan.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus
Evaluasi komprehensif terhadap potensi terapeutik Cnidoscolus aconitifolius memerlukan tinjauan mendalam terhadap bukti ilmiah yang tersedia. Meskipun studi klinis pada manusia masih terbatas, sejumlah penelitian in vitro dan in vivo (pada hewan) telah memberikan wawasan awal mengenai aktivitas biologis tanaman ini. Beberapa studi laboratorium menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang signifikan, dengan kemampuan untuk menetralkan radikal bebas dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Studi pada hewan juga menunjukkan potensi anti-inflamasi, dengan penurunan penanda inflamasi pada model hewan yang diinduksi peradangan.
Metodologi yang digunakan dalam studi-studi ini bervariasi, mulai dari ekstraksi senyawa aktif dari daun hingga pengujian aktivitas biologis ekstrak tersebut pada sel kultur atau model hewan. Temuan kunci meliputi identifikasi senyawa flavonoid dan saponin sebagai komponen aktif yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi. Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil studi pada hewan tidak selalu dapat diekstrapolasi secara langsung ke manusia, dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi efek ini pada populasi manusia.
Terdapat pula beberapa laporan kasus dan studi observasional yang menggambarkan penggunaan tradisional Cnidoscolus aconitifolius dalam pengobatan berbagai kondisi kesehatan, seperti diabetes dan gangguan pencernaan. Meskipun laporan-laporan ini memberikan petunjuk mengenai potensi manfaat terapeutik, mereka memiliki keterbatasan karena kurangnya kontrol dan objektivitas ilmiah. Studi observasional rentan terhadap bias seleksi dan faktor perancu lainnya, sehingga sulit untuk menarik kesimpulan kausal yang pasti.
Keterlibatan kritis dengan bukti yang ada sangat penting untuk memahami potensi dan batasan Cnidoscolus aconitifolius. Diperlukan penelitian yang lebih ketat, termasuk uji klinis terkontrol dengan ukuran sampel yang memadai, untuk mengkonfirmasi manfaat terapeutik yang dilaporkan dan menentukan dosis yang aman dan efektif. Sementara itu, penggunaan tanaman ini sebagai pengobatan alternatif sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan profesional kesehatan yang kompeten.